Berita Seputar Kalimantan

Lebih dari Empat Bulan Krisis Air, Sekitar 500 KK di Riam Durian Andalkan Bantuan

Sekitar 500 kepala keluarga (KK) di Desa Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kesulitan memperoleh air bersih setelah kekeringan berlangsung lebih dari empat bulan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga kini mengandalkan pasokan bantuan yang didatangkan dari wilayah Kotawaringin Lama.

Air tersebut disalurkan lebih dahulu ke dua titik penampungan di RT 7 sebelum dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Kepala Desa Riam Durian, Yusuf, mengatakan warga di setiap RT turut mengatur pengambilan air dan menempatkannya di penampungan agar pembagian lebih mudah dilakukan.

Menurut Yusuf, penyaluran air bergantung pada kerja sama warga dan relawan di tingkat RT. Warga yang memiliki kendaraan ikut mengangkut pasokan dari titik penampungan. Sementara itu, warga tanpa kendaraan harus mengeluarkan biaya angkut untuk mendapatkan air bersih.

Penampungan di RT 7 tidak hanya dimanfaatkan warga Riam Durian. Yusuf mengatakan masyarakat dari desa-desa sekitar yang menghadapi kesulitan serupa juga mengambil air di lokasi tersebut. Dengan demikian, penampungan menjadi salah satu titik yang membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat selama sumber air setempat terbatas.

Dua Embung Menyusut, Sumur Belum Menjadi Solusi

Yusuf menjelaskan bahwa kemarau berkepanjangan membuat dua embung di Riam Durian menyusut. Berkurangnya air di embung membatasi sumber yang selama ini diandalkan warga, sedangkan kebutuhan untuk memasak, mandi, dan pekerjaan rumah tangga lainnya tetap harus dipenuhi.

Pemerintah desa telah mencoba mencari sumber alternatif melalui pembangunan sumur gali dan sumur bor. Namun, upaya itu belum sepenuhnya mengatasi persoalan. Sebagian sumur menghasilkan air berbau sehingga airnya tidak layak digunakan untuk konsumsi. Kondisi tersebut membuat pasokan dari luar desa masih diperlukan.

Untuk mendukung penyaluran bantuan, pemerintah desa dan warga bergotong royong menyiapkan tempat penampungan. Mereka membuat lubang penampungan dan membersihkan area di sekitarnya agar pembagian air dapat berlangsung lebih tertib. Sejumlah pihak turut membantu persiapan tersebut, termasuk melalui dukungan alat berat.

Bantuan air bersih juga telah disalurkan oleh pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui gubernur ikut memberikan bantuan untuk meringankan kesulitan warga yang terdampak kekeringan. Bantuan itu menjadi bagian dari penanganan sementara selama akses air bersih di desa belum pulih.

Jaringan Air Bersih Masih Dipasang

Di tengah penanganan kebutuhan mendesak, pembangunan jaringan air bersih di Riam Durian masih berjalan. Yusuf menyebut pekerjaan yang mendapat dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotawaringin Barat tersebut saat ini berada pada tahap pemasangan pipa.

Karena jaringan belum selesai dan belum dapat digunakan, warga masih bergantung pada air yang dipasok dari wilayah Kotawaringin Lama. Pengangkutan dan pembagian air pun tetap memerlukan keterlibatan warga agar pasokan yang tersedia dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Yusuf berharap pembangunan jaringan air bersih segera tuntas sehingga akses masyarakat menjadi lebih memadai. Selama jaringan itu belum berfungsi, bantuan air dan penampungan yang dikelola bersama masih menjadi tumpuan sekitar 500 KK di Riam Durian untuk menghadapi kekeringan berkepanjangan.