Berita Seputar Kalimantan

Orang Utan yang Terlihat Kebingungan di Jalan Pangkalan Bun-Kolam Dievakuasi

Orang utan yang beberapa hari terakhir terlihat kebingungan di kilometer 14 Jalan Pangkalan Bun-Kolam, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, telah dievakuasi. Proses penyelamatan dilakukan bersama tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah pada Minggu sore, 18 Oktober 2026.

Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, mengatakan tim memantau keberadaan satwa tersebut selama sekitar dua jam sebelum melakukan evakuasi. Setelah pemantauan itu, orang utan berhasil diamankan dari sekitar ruas jalan.

“Setelah mengintai selama dua jam, akhirnya orang utan yang terlihat beberapa hari lalu di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam berhasil dievakuasi bersama tim BKSDA Kalteng sore tadi,” kata Trias, Minggu (18/10/2026).

Kemunculan orang utan tersebut menjadi perhatian karena gerakannya dinilai tidak biasa. Pengamatan visual memunculkan kekhawatiran bahwa satwa itu mengalami gangguan atau merasa tidak nyaman. Namun, kondisi kesehatannya belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, membenarkan keterlibatan tim BKSDA Kalimantan Tengah dalam penanganan tersebut. Menurutnya, keberadaan orang utan di dekat jalan raya dapat membahayakan satwa maupun pengguna jalan.

Risiko yang dihadapi antara lain kemungkinan tertabrak kendaraan serta tekanan akibat aktivitas manusia yang mendekat untuk melihat atau merekam satwa. Karena itu, penanganan oleh petugas konservasi diperlukan agar proses pengamanan dilakukan dengan prosedur yang tepat.

Peristiwa ini juga menjadi sorotan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Karhutla dapat merusak habitat alami orang utan, mengurangi sumber pakan, dan mendorong satwa liar keluar dari kawasan hutan.

Handi mengatakan langkah lanjutan terhadap orang utan perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan serta lokasi yang aman bagi satwa. Hingga informasi sumber diterbitkan, BKSDA Kalimantan Tengah belum menyampaikan kondisi kesehatan orang utan setelah dievakuasi maupun penanganan berikutnya.