Benda logam berukuran cukup besar ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kilometer 26, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa (20/10/2026). Objek berwarna kuning pudar itu memiliki bentuk melengkung menyerupai kubah dan masih terlihat dilengkapi kabel serta sejumlah komponen logam.
Temuan tersebut menarik perhatian buruh kebun dan warga sekitar. Mereka mendatangi lokasi untuk melihat objek dari dekat. Sebagian warga merekamnya menggunakan telepon seluler, sementara lainnya membicarakan kemungkinan asal benda itu.
Dari bentuk fisiknya, objek tampak seperti bagian berbentuk setengah lingkaran. Permukaannya terdiri atas beberapa bagian yang masih memperlihatkan deretan paku keling atau rivet. Benda tersebut tergeletak di antara pelepah kelapa sawit yang berserakan.
Sejumlah warga menduga objek itu berkaitan dengan pesawat karena terdapat kabel yang masih menempel. Namun, dugaan tersebut belum dapat memastikan asal-usul maupun fungsi benda logam itu.
“Pagi ini kita melihat bangkai-bangkai mungkin pesawat, karena masih ada kabel-kabelnya ini…”
Dalam percakapan warga di sekitar lokasi, terdengar pula penyebutan titik koordinat dan penanda tempat, termasuk istilah “TP 23 Pak Jepi”. Informasi tersebut muncul dalam video yang beredar dari lokasi penemuan.
Rangkaian temuan benda logam
Penemuan benda mirip kubah ini terjadi setelah warga Kotawaringin Timur melaporkan suara dentuman keras dan gemuruh dari arah langit pada Minggu (18/10/2026) sore.
Sehari kemudian, Senin (19/10/2026), warga menemukan pecahan logam berukuran cukup besar di kawasan yang sama. Pecahan itu diduga merupakan bagian dari tabung bahan bakar cair roket.
Rentetan laporan tersebut memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa benda-benda yang ditemukan mungkin berkaitan dengan komponen roket atau benda antariksa. Meski demikian, bahan sumber belum memuat kepastian mengenai identitas benda maupun penyebab keberadaannya di area perkebunan.
Komando Resor Militer (Korem) 102/Panju Panjung telah menerima informasi tentang penemuan terbaru. Personel militer dikerahkan ke lokasi untuk memantau kondisi lapangan.
“Benar. Kami sudah monitor informasi tersebut. Saat ini anggota telah dikerahkan ke lokasi,” kata Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung Mayor Inf Andry Suwiatmojo saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).











